KKI DAN KOLEGIUM KEPERAWATAN PERKUAT KOMPETENSI PERAWAT MELALUI WORKSHOP EARLY WARNING SYSTEM (EWS) DAN RESPONS CODE BLUE UNTUK KESELAMATAN PASIEN
Surabaya, 13 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) bersama Kolegium Keperawatan menyelenggarakan Workshop Penguatan Early Warning System (EWS) & Respons Code Blue di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang perwakilan tenaga keperawatan dari puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD).
Keselamatan pasien merupakan salah satu indikator utama mutu pelayanan kesehatan. Sebagai tenaga kesehatan yang berada paling dekat dengan pasien, perawat memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini kondisi kegawatan serta memberikan respons cepat dan tepat guna mencegah perburukan kondisi pasien.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga keperawatan dalam penerapan Early Warning System (EWS), respons Code Blue, serta pelaksanaan tindakan kegawatdaruratan sesuai standar terkini, sekaligus menjadi sarana pembelajaran berkelanjutan bagi perawat untuk memahami perkembangan terbaru dalam penanganan kegawatdaruratan, termasuk pembaruan pedoman Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) berdasarkan rekomendasi terbaru American Heart Association (AHA).
Berbagai materi strategis disampaikan oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya, meliputi Etik dan Legal Keperawatan Kasus Kegawatan, Manajemen Nyeri, Konsep Early Warning Score System (EWS), hingga Konsep dan Tatalaksana Code Blue serta Update CPR AHA 2026.
Ketua Kolegium Keperawatan, Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs. (Hons), menyampaikan harapannya agar workshop serupa dapat dilaksanakan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) guna mendukung pemerataan peningkatan kompetensi perawat dan mutu pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga keperawatan semakin siap memberikan pelayanan yang cepat, tepat, aman, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.