Diseminasi Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kebidanan Indonesia 2025
Diseminasi Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kebidanan Indonesia: Langkah Strategis Menuju Pendidikan yang Adaptif dan Berkualitas
Jakarta, 19 Juni 2025 – Dalam rangka mendukung transformasi pendidikan kebidanan di Indonesia, Kolegium Kebidanan bekerja sama dengan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), dan didukung oleh UNFPA, menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kebidanan Indonesia yang berlangsung di Auditorium Lantai 4 Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan, Jakarta Selatan.
Acara penting ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ir. Budi Gunadi Sadikin, dan Duta Besar Kanada untuk Indonesia, H.E. Jess Dutton, sebagai wujud nyata kolaborasi lintas sektor dan internasional dalam memperkuat tenaga kesehatan, khususnya profesi bidan.
Pengembangan Kurikulum yang Relevan dan Kompeten
Dalam sambutannya, Ketua Kolegium Kebidanan, Dr. Gita Nirmala Sari, M.Keb., PhD, menekankan bahwa kurikulum merupakan fondasi utama dalam menghasilkan bidan yang profesional, tidak hanya kompeten secara klinis tetapi juga responsif terhadap tantangan sosial, budaya, dan global. Kerangka kurikulum ini telah diselaraskan dengan Essential Competencies for Midwifery Practice dari International Confederation of Midwives (ICM, 2024) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
“Pendidikan kebidanan harus adaptif, responsif, dan berkualitas agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak masa kini.” – Gita Nirmala Sari, M.Keb., PhD
Kurikulum ini merupakan bagian dari upaya transformasi dan rebranding profesi kebidanan, mencakup pendidikan prajabatan dan dalam jabatan, agar tetap relevan terhadap kebutuhan layanan dan masyarakat.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Dukungan Global
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dan institusi strategis, di antaranya:
-
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang memberikan keynote speech dan membuka acara secara resmi.
-
Duta Besar Kanada untuk Indonesia, H.E. Jess Dutton, yang menyampaikan komitmen Kanada dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Indonesia.
-
Ketua Konsil Kesehatan Indonesia, Drg. Arianti Anaya, MKM
-
Perwakilan dari UNFPA, WHO, UNICEF, KOICA, KPAI, dan mitra pembangunan internasional lainnya.
-
Organisasi profesi dan kolegium kesehatan, seperti PP IBI, Kolegium Dokter Indonesia (KDI), POGI, IDI, IDAI, dan lainnya.
-
Asosiasi pendidikan dan lembaga penjaminan mutu, seperti AIPKIND, APKESI, AIPKEMA, HPTKes, dan LAM-PTKes.
-
dan Pimpinan perguruan tinggi penyelenggara program studi kebidanan di wilayah Jabodetabek.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen kolektif dalam memperkuat pendidikan kebidanan yang bermutu, responsif, dan sejalan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan nasional serta standar internasional.
Dukungan Menteri dan Perwakilan Diplomatik
Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan menegaskan pentingnya peran strategis bidan dalam sistem kesehatan:
“Peningkatan kualitas pendidikan kebidanan sangat penting untuk menurunkan angka kematian ibu, kematian bayi, serta prevalensi stunting di Indonesia.” – Budi Gunadi Sadikin.
Sementara itu, Duta Besar Kanada menyampaikan apresiasi atas langkah maju Indonesia dalam reformasi pendidikan kesehatan:
“Kami bangga dapat mendukung upaya Indonesia dalam pembangunan kapasitas sektor kesehatan, dan mengapresiasi inisiatif Kolegium Kebidanan dalam merancang kurikulum visioner dengan dampak luas bagi masyarakat.” – H.E. Jess Dutton.
Agenda Utama Kegiatan
-
Paparan dokumen kurikulum untuk jenjang D3, Sarjana Terapan & Profesi, serta Sarjana Akademik & Profesi.
-
Diskusi panel interaktif yang melibatkan kementerian, asosiasi profesi, institusi pendidikan, dan mitra pembangunan.
-
Mendorong penggunaan kerangka ini sebagai acuan nasional untuk standardisasi mutu dan profesionalisme lulusan kebidanan.
Kegiatan diseminasi ini menjadi tonggak penting bagi institusi pendidikan kebidanan dan seluruh pemangku kepentingan, mendorong aksi kolektif untuk memastikan implementasi kurikulum yang berkualitas secara efektif, sejalan dengan standar profesi serta kebutuhan layanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.